Berita


PBSDP
2017-11-15 15:37:34
PESERTA DIKLAT PENGAWAS TERIMA MATERI PENGEMBANGAN KTSP DARI SHOLEHUDDIN

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) menjadi materi inti dari Diklat  Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi Pengawas Tingkat Muda yang diselenggarakan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Materi tersebut sangat penting karena menyangkut masalah kurikulum yang diterapkan di madrasah.



Menurut Sholehuddin, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya, pengembangan KTSP merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No. 23 tahun 2013 tentang perubahan atas Pertauran Pemerintah RI nomor 19 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menjelaskan bahwa setiap satuan pendidikan harus menyusun dokumen KTSP. Dokumen tersebut berfungsi sebagai pedoman bagi madrasah dan stakeholder dalam melaksanakan Kurikulum 2013.



KTSP tersebut menurutnya harus disesuaikan dengan satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah dan disusun berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan kompetensi lulusannya. Diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk menyusun KTSP tersebut bertujuan agar sekolah/madrasah mampu mengembangkan kurikulum dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan  mampu mengelola sumber daya yang ada secara mandiri.



Sholehuddin menjelaskan bahwa KTSP terbagi menjadi 3 dokumen yaitu dokumen 1 yang berisi tentang  penyusunan visi, misi, tujuan madrasah, struktur dan muatan kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran, mulok, pengembangan diri, ketuntasan belajar, kenaikan/kelulusan serta kalender pendidikan. Dokumen tersebut menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah. Dokumen 2 berisi silabus yang disusun pemerintah, sedangkan dokumen 3 berisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta evaluasi yang menjadi tanggung jawab pendidik.



Dalam memberikan materinya Sholehuddin menggunakan metode ceramah dan penugasan. Setelah menyampaiakan konsep-konsepnya, ia langsung memberikan tugas kepada peserta untuk praktik membuat dokumen KTSP. Tampak peserta sangat antusias menerima materi dan mengerjakan tugas yang diberikan widyaiswara. (AF).