Berita


PBSDP
2017-10-25 10:01:13
MTSN 2 SURABAYA JADI TEMPAT STULA PESERTA DIKLAT CALON KEPALA MADRASAH

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Peserta Diklat  Teknis Substantif Pembekalan Penugasan Tambahan Calon Kepala Madrasah Angkatan III yang berjumlah 35 orang mengikuti kegiatan studi lapanagan (stula) di MTsN 2 Surabaya (25/10/2017).  Kegiatan tersebut bertujuan utuk  menggali  informasi  melalaui observasi dan wawancara tentangi praktik di lapangan menyangkut 4 fokus utama yaitu  mengenai Evaluasi Diri Madrasah, Supervisi Akademik, Manajemen Tata Usaha Madrasah dan  Rencana  Kerja Madrasah.



Menurut Ketua panitia sekaligus Kepala Seksi Diklat Tenaga Administrasi Balai Diklat Keagamaan Surabaya,  Muslimin, kegiatan stula tersebut tidak bertujuan untuk menilai kekurangan-kekurangan yang ada pada madrasah,  namun mencari solusi jika masih ada kekurangan dan mengambil sesuatu yang bernilai positif dari MTsN 2 Surabaya. Karenanya, kegiatan tersebut akan memberi manfaat bagi kedua pihak baik peserta maupun  MTsN 2 Surabaya. Bagi peserta , mereka akan mendapatkan sesuatu baru yang bernilai positif, sedangkan bagi  tempat stula, kegiatan tersebut akan mampu memberikan saran perbaikan jika ada kelemahan atau kekurangan yang ada.



Sedangkan menurut Kepala MTsN 2 Surabaya, Enik Ery Purwati, kegiatan  stula akan memberikan manfaat bagi madrasah karena  akan banyak saran dari peserta demi perbaikan madrasah.  Saat ini ia dengan tim guru dan TU berusaha  membawa madrasah untuk mencapai kemajuan. Karenanya,   bersama tim, ia senantiasa terus meningkatkan  kualitas  madrasah, diantaranya mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan atau mengikuti workshop, menjalin hubungan dengan komite sekolah, sering  mengadakan musyawarah untuk kegiatan-kegiatan madrasah dan  melakukan supervisi akademik.



Di samping itu, untuk menarik minat masyarakat agar menyekolahkan anaknya ke madrasah,  MTsN 2 Surabaya sering mengadakan kegiatan-kegiatan  yang berfungsi sebagai promosi kelembagaan. Hubungan dengan masyarakat sekitar juga  diperhatikan oleh  Enik, sehingga  citra positif madrasah semakin dirasakan masyarakat. Ia  juga menggandeng orangtua/wali murid  yang menjadi tokoh masyarakat atau mempunyai jabatan strategis untuk menjadi anggota komite sekolah, sehingga akan mempermudah pengenalan madrasah ke masyarakat.



Kegiatan studi lapangan yang didampingi oleh panitia dan widyaiswara tersebut diakhiri setelah peserta melakukan observasi ke kelas mapun ruangan-ruangan  dan melakukan wawancara dengan  informan sesuai dengan fokus studi lapangan. (AF).