Berita


Redaktur Web
2018-10-01 10:42:46
KAPUSDIKLAT  TENAGA TEKNIS PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN, MAHSUSI JELASKAN ALASAN ASN HARUS IKUTI DIKLAT

BDKSURABAYA – Ketika  memberikan materi  Kebijakan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pengawas Pendidikan Agama di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Kepala Pusdiklat (Kapusdiklat) Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Mahsusi  menjelaskan tentang  alasan mengapa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengikuti diklat.(01/10/2018).


Dalam uraiannya, paling tidak ada 3 alasan mengapa seorang ASN perlu mengikuti diklat. Pertama, diklat adalah merupakan subsistem dari manajemen SDM. Dalam manajemen SDM ada proses perencanaan, rekrutmen, orientasi, penempatan, pendidikan dan pelatihan (pengembangan), mutasi dan pensiun. Subsistem tersebut  diatur dalam sebuah regulasi tentang ASN sehingga perlu diterapkan.


Kedua,  agar ASN bisa update kompetensi. Menurutnya seorang ASN harus senantiaasa mengupdate kompetensi sesuai dengan tuntutan profesi dalam bidang yang ditanganinya. Seorang pengawas dalam pandangannya perlu terus belajar dan jangan sampai kalah dengan guru-gurunya atau justeru belajar dari guru. Di samping itu, up to date cara kerjanya, yaitu menggunakan cara-cara kerja yang efektif dan mutakhir  sehingga seorang pengawas diharapkan  mengikuti perkembangan iptek dan paham mengenai teknologi informasi  dalam menjalankan tugasnya.


Ketiga, agar ASN mampu mengendalikan  dan menjamin mutu kerjanya. Kapusdikat menjelaskan bahwa saat ini dunia fokus pada kata mutu. Siapa yg bermutu akan tetap eksis, sedangkan yang  tak bermutu akan ditinggalkan orang. Kondisi pendidikan saat ini beda dengan tahun 80-an, di mana orang justeru takut dengan mutu, sehingga orangtua menyekolahkan anaknya pada sekolah seadanya  karena bermutu identik dengan berbiaya tinggi, Namun saat ini, orangtua akan mencari sekolah yang bermutu karena mereka menyadari bahwa  menyekolahkan anaknya di tempat yang tak bermutu berarti menyuramkan masa depan anak. Kapusdiklat  juga menambahkan bahwa posisi pengawas di Kemenag sangatlah penting karena menjadi pengendali dan penjamin mutu pendidikan.

Terkait dengan pelaksanaan diklat, Mahsusi menguraikan bahwa  menjadi sebuah keharusan jika diklat diawali dari analisisi kebutuhan diklat (AKD).



Dalam pandangannya, jangan sampai diklat menjadi mubadzir karena dilaksanakan dengan tidak tepat sasaran. Misalnya, seorang guru ditugaskan mengikuti diklat calon pengawas, padahal di unit kerjanya tidak membutuhkan pengawas, sehingga ketika sudah lulus diklat ia tidak diberdayakan.  Diklat yang ideal menurutnya dilaksanakan  karena adanya sebuah kebutuhan dari stakeholder, bukan kemampuan lembaga diklat untuk melaksanakan diklat.


Dalam penjelasannya ia juga menegaskan pentingnya perencanaan diklat. Perencanaan tersebut terkait dengan perencanaan SDM yang akan mengikuti diklat, jenis diklat maupun perencanaan tentang materi diklat agar mampu menjawab tantangan jaman.
Selanjutnya yang tak kalah penting adalah pemanfaatan alumni diklat.  Menurutnya diklat menjadi sia-sia jika alumni tidak diberdayakan di unit kerjanya.


Dalam paparan tersebut, Mahsusi juga menerangkan  tentang keterkaitan antara input, proses, output, outcome, benefit dan impact.  Diklat yang bermutu akan sangat ditentukan oleh input yang bermutu pula baik dari peserta, panitia, widyaiswara maupun  sarana prasarana. Jika inpuitnya bermutu maka proses diklat akan bermutu. Sedangkan proses yang bermutu akan menghasilkan output yang  berkualitas. Akhirnya akan menghasilkan benefit  dan impact yang baik bag lembaga.(AF)..