Berita


Redaktur Web
2018-03-13 10:29:59
AYUN: WORK-LIFE BALANCE ADALAH KONDISI IDEAL YANG DIINGINKAN SETIAP PEGAWAI

BDKSURABAYA – Kenyamanan hidup akan tercapai jika seorang pegawai mencapai titik keseimbangan dalam kehidupannya, yaitu kehidupan kerja dan kehidupan keluarga. Pada kondisi tersebut seorang pegawai akan benar-benar menikmati kehidupannya, karena kehidupan kerja dan rumah tangganya bisa berjalan seiring. Demikian penjelasan Qurrota Ayun, PNS Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang bekerja sebagai penyusun laporan keuangan. (13/03/2018).





Menurutnya, begitu banyak konflik dalam keluarga yang terjadi karena  akibat dari pekerjaan atau konflik dalam pekerjaan yang muncul akibat dari kehidupan keluarga. Konflik keluarga sangat dimungkinkan akan mempengaruhi kehidupan kerja sedangkan konflik dalam lingkungan kerja juga bisa mempengaruhi kehidupan keluarga. Kondisi yang ideal  dalam pandangannya adalah jika terjadi keseimbangan dalam keduanya baik pekerjaan maupun kehidupan pribadi/keluarga (work-life balance).


Kondisi pada titik keseimbangan tersebut bagi Ayun akan terjadi jika seorang pegawai bisa mengatur waktunya untuk urusan pekerjaan maupun urusan keluarga. Ia mampu menyelesaikan pekerjaannya berdasarkan urutan prioritas dan menangani urusan keluarganya tanpa mengganggu pekerjaan. Maka manajemen waktu sangat dibutuhkan agar urusan kerja dan keluarga bisa berhasil. Di samping itu, ada kebijakan lembaga yang memperhatikan terciptanya kondisi keseimbangan dalam kehidupan kerja dan rumah tangga. “Work-life balance adalah kondisi ideal yang diinginkan oleh setiap pegawai,” ungkap Ayun.


Dalam pandangan Ayun, pegawai dengan titik keseimbangan yang baik dalam urusan pekerjaan dan keluarga, biasanya cenderung lebih ramah dengan rekan sekerja, bersemangat,  kreatif dan berkinerja tinggi. Sebaliknya, kinerja yang rendah dan  hubungan interpersonal yang kurang baik akan ditampilkan oleh mereka yang kehidupan kerja dan keluarganya tidak berada pada titik keseimbangan.  (AF).