Berita


Redaktur Web
2018-09-14 13:24:08
NINIK:  AYO MENELITI DENGAN MENGUASAI METODENYA

BDKSURABAYA- Sebuah penelitian dengan pendekatan kuantitatif  yang menguji hubungan atau pengaruh dari satu atau lebih variabel bebas dengan variabel tergantung terkadang hasilnya bisa  bias jika peneliti tidak tepat dalam menurunkan variabel tersebut menjadi indikator.  Yang ideal, sebuah indikator dari variabel haruslah berdasar pada teori atau penelitian yang telah diakui kebenarannya, misalkan penelitian yang telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional. Dalam menurunkan indikator menjadi daftar pertanyaan (questionaire), seorang peneliti juga perlu cermat karena daftar pertanyaan itulah yang akan dijadikan dasar dalam mengukur variabel yang diteliti. Demikian uraian Ninik Supriyati, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang dimintai penjelasan tentang kemungkinan terjadinya bias dalam penelitian kuantitatif.(14/09/2018).


Ia menjelaskan bahwa di samping indikator yang tepat, peneliti  juga perlu memperhatikan apakah variabel yang diteliti berada dalam unit analisis yang sama. Jika variabel-variabel yang diteliti ternyata menempel pada lebih dari satu unit analisis, maka hasil dari penelitian tersebut bisa dikatakan bias meskipun mengunakan alat ukur yang valid. Menurutnya, dengan melihat judul dari penelitian saja sudah bisa dilihat apakah variabel yang diteliti berada dalam satu unit analisis atau lebih.


“Sebelum mengukur variabel dan menurunkannya menjadi indikator dan daftar pertanyaan, peneliti terlebih dahulu harus menganalisis variabel yang akan diteliti, apakah berada pada unit analisis yang sama. Biasanya peneliti akan dihadapkan pada kekaburan unit analisis jika seorang peneliti bermaksud mengukur individu yang berada dalam sebuah organisasi. Misalnya mau mengukur “budaya kerja” dalam kaitannya dengan kinerja pegawai. Variabel budaya kerja tersebut seakan-akan  berada dalam unit analisis pegawai, padahal yang memiliki budaya kerja adalah organisasi, bukan individu, sehingga variabel budaya kerja akan menempel pada organisasi. Karenanya,  bisa saja hasil penelitiannya bias jika  mengukur pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai. Itu salah satu contohnya”, lanjut Ninik.


Menurutnya  ada hal lain yang membuat hasil penelitian bias, misalnya sampling yang kurang tepat atau adanya manipulasi data agar data tersebut sesuai dengan kemauan peneliti. Misalnya menghilangkan data yang dianggap kurang bagus atau memodifikasi data agar sesuai dengan hasil yang diharapkan. “Ayo meneliti dengan menguasai metodenya,” ajaknya mengakhiri penjelasannya.(AF).