Berita


Redweb
2018-05-18 10:18:35
TOHA: KITA PERLU MENGEDEPANKAN MUSYAWARAH UNTUK MEMUTUSKAN KEPENTINGAN BERSAMA

BDKSURABAYA – Dalam praktik kepemimpinannya di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha  tak lepas dari prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat. Hal tersebut bukan berarti setiap persoalan akan diselesaikan dengan musyawarah, karena ada masalah khusus yang tidak semuanya diselesaikan dengan musyawarah. Namun  praktik kepemimpinannya secara umum seringkali mengutamakan musyawarah. “kita perlu mengedepankan musyawarah untuk memutuskan kepentingan bersama,” ujar Toha saat dimintai penjelasan.(18/05/2018)



Ia menuturkan bahwa dalam memimpin sebuah  lembaga  di mana para anggotanya terdiri dari orang-orang yang terpelajar, sikap demokratis perlu senantiasa ditonjolkan. Hal tersebut berfungsi untuk menjaring pendapat dari anggota organisasi tentang persoalan yang dihadapi, selanjutnya memtuskan bersama persoalan tersebut. Di samping itu,  juga bertujuan agar keputusan yang telah disepakati akan menumbuhkan komitmen kuat pada pegawai untuk menaatinya.



Toha menyadari bahwa kepemimpinan yang demokratis juga dinilai  ada kekurangannya, seperti munculnya pendapat yang beragam dari anggota, yang membuatnya harus berlapang dada; namun hal tersebut menurutnya justeru akan membuat keputusan yang diambil dapat menciptakan suasana berkeadilan pada berbagai pihak, dibandingkan jika keputusan hanya berdasar pada satu atau dua pendapat.



Untuk merealisasikan sikap demokratisnya, ia sering mengadakan rapat bersama untuk membahas masalah tertentu. Rapat baginya berfungsi sebagai koordinasi sekaligus sebagai kontrol dari aktivitas kelembagaan yang akan  dan sedang dilaksanakan. Sejak menjabat sebagai Kepala BDK Surabaya, Toha membiasakan Aparatur Sipil Negara yang dipimpinnya  untuk menyampaikan pendapat dan pandangannya demi kepentingan dan kemajuan lembaga. Baginya kemajuan lembaga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemimpin, melainkan semua pegawai yang ada. (AF).