Berita


Redaktur Web
2018-11-26 11:23:38
BDK SURABAYA GELAR ENAM ANGKATAN DIKLAT TEKNIS PENDIDIKAN DI WILAYAH KERJA

BDKSURABAYA – Sebanyak 6 angkatan diklat dengan total peserta 210 orang, diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Surabaya pada 6 wilayah. Diklat tersebut  terdiri dari  Diklat Teknis Substantif Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bagi Guru Madrasah Aliyah (MA) yang diselnggarakan di Kankemenag Kab. Bojonegoro, Ngawi, Jombang dan Magetan, dan Diklat Teknis Substantif Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS yang diselenggarakan  di Kankemenag Kab. Banyuwangi dan Malang (26/11/2018).



Kegiatan tersebut rata-rata dibuka oleh Kepala Kankemenag masing-masing.  Dalam sambutan pengarahannya,  sebagian besar Kepala Kankemenag  menyatakan harapannya  agar  kesempatan  mengikuti diklat digunakan sebaik-baiknya, karena di samping sudah ditugaskan, para peserta  sangat diberi kemudahan karena  kegiatan dilaksanakan di daerahnya sendiri. Karenanya, peserta bisa lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran. Mereka juga menyinggung pentingnya kompetensi guru menyusun RPP agar proses pembelajaran di kelas lebih berkualitas dan tujuan pembelajaran bisa tercapai.



Sedangkan kepada penyuluh agama, Kepala Kankemenag memberikan motivasi kepada para penyuluh Non PNS. Meskipun statusnya adalah penyuluh Non PNS namun tetap sebagai Aparatur Sipil Negara Kemenag. Penyuluh mempunyai posisi yang strategis karena  seorang penyuluh di mata masyarakat adalah sebagai pencerah sekaligus sebagai tempat konsultasi  umat. Penyuluh diharapkan mampu memberikan penyuluhan dan penerangan dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.



Pada tiap angkatan pada diklat  tersebut diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari unit kerja pada Kankemenag setempat. Seluruh peserta  akan diberikan materi dasar, inti dan penunjang. Mereka akan mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan andragogi dengan metode ceramah, pemberian tugas, diskusi, role playing dll.



Kegiatan yang dibuka secara serentak di 6 Kankemenag Kabupaten di wilayah Jawa Timur  tersebut akan berakhir pada 1 Desember mendatang. (AF)