Berita


PBSDP
2017-10-05 12:10:41
KEPALA BDK: DIKLAT PUBLIKASI ILMIAH SANGAT PENTING BAGI GURU

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Sebuah karya tulis ilmiah perlu dipublikasikan, jika tidak maka  karya tersebut tidak akan diketahui oleh orang lain. Sebuah karya tulis yang dibuat dengan cara-cara ilmiah, meskipun karya tersebut bagus, tanpa adanya publikasi maka tidak akan dikenal orang. Demikian uraian Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha ketika dimintai pandangannya tentang publikasi ilmiah disela-sela kesibukannya (05/10/2017).



Menurutnya, karya-karya besar dari jaman kerjaaan seperti Ronggo warsito bisa kita kenal sampai saat ini karen karya tersebut dipublikasikan. Karenanya, diklat publikasi ilmiah menjadi sangat diperlukan  bagi guru. “Diklat publikasi ilmiah sangat penting bagi guru,” urai Kepala BDK.  Dengan diklat tersebut, para guru madrasah akan dapat menulis karya ilmiah yang benar berdasarkan kaidah penulisan ilmiah. Di samping itu,  guru pada saat ini dituntut untuk bisa menulis karya ilmiah selanjutnya dipublikasikan agar karya tersebut bisa dinilai angka kreditnya. Penulisan artikel, hasil penelitian, pembuatan modul dan buku adalah  bentuk-bentuk karya ilmiah yang bisa  menghasilkan angka kredit bagi guru.



Kepala BDK menjelaskan bahwa untuk bisa menulis sebuah karya, seorang guru juga perlu banyak membaca dan memahami  bagaimana cara menulis yang baik. Setiap tulisan, akan mempunyai karakteristik yang berbeda, ditinjau dari jenisnya. Artikel yang dimuat di sebuah majalah menurutnya akan sangat berbeda gaya bahasanya dengan artikel yang ditulis dlaam sebuah jurnal ilmiah. Demikian juga tentang sistematikanya. Tulisan untuk sebuah buku dengan hasil penelitian  juga sangat berbeda. Karenanya, pemahaman seperti itu perlu dimiliki oleh seorang guru agar karya ilmiah yang dihasilkan semakin berkualitas (AF).