Berita


Redaktur Web
2018-01-22 11:41:01
HENI: DALAM PROSES BELAJAR KITA PERLU MEMADUKAN PENGETAHUAN TACIT DAN EXPLISIT

BDKSURABAYA – Seseorang perlu terus belajar dan mengembangkan diri. Dalam proses belajar, individu bisa memperolehnya dari pengalaman orang lain maupun dari berbagai media yang sudah tersaji dalam bentuk tulisan. Pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman orang (tacit knowledge) , biasanya relatif sulit untuk dipelajari. Sedangkan pengetahuan yang diperoleh dari sumber-sumber yang bisa dibaca langsung seperti majalah, jurnal, buku, makalah, artikel  atau melalui proses pendidikan formal (explisit knowledge) biasanya akan mudah dicerna oleh  sesorang. Namun kedua cara dalam proses belajra tersebut perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan. Demikian penjelasan Heni mardiningsih, widyaiswara balai Diklat Keagamaan Surabaya. (22/01/2018).



Ia menjelaskan bahwa meskipun pengetahuan yang bersifat tacit knowledge relatif sulit diformulasikan dan dikomunikasikan dalam bentuk uraian, tetapi perlu dilakukan dalam proses belajar, karena terkadang pengetahuan tersebut tidak bisa didapatkan dari explisit knwoledge. Karenanya, kedua  cara perolehan pengetahuan tersebut bersifat saling melengkapi. “Dalam proses belajar kita perlu memadukan pengetahuan tacit dan explisit,” Ujar Heni.



Heni memandang bahwa proses belajar harus terus ada pada setiap individu agar mereka bisa mengembangkan diri. Ia juga terus belajar untuk menambah pengetahuannya, baik pengetahuan tacit maupun explisit.  Ketika belajar secara tacit, ia tidak malu atau merasa sungkan. Belajar dari pengalaman orang, menurutnya ada keunikan tersendiri. Dibutuhkan kesabaran dan hubungan interpersonal yang baik untuk mendapatkannya. Di samping itu, perlu adanya sikap emmahami antara yang belajar dengan yang mengajari. Belajar tanpa henti adalah menjadi mottonya dalam hidup. (AF).