Berita


PBSDP
2017-11-13 14:28:09
ASN BDK SURABAYA: BERKARYA DENGAN SEMANGAT KEPAHLAWANAN

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Tanggal 10 Nivember diperingati sebagai hari pahlawan. Tanggal tersebut  dipandang sebagai momen bersejarah karena terjadi pertempuran besar melawan kolonialisme.  Tanggal 10 November 1945  menjadi  pertempuran pertama setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.  Semangat berjuang yang dikomndani oleh Soetomo, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbullah dan KH. Masykur mampu membuat rakyat Indonesia bertempur melawan penjajahan.



Menanggapi hari pahlawan tersebut  berbagai pandangan muncul dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Mereka rata-rata memandang bahwa semangat para pahlawan perlu ditiru dalam bentuk yang berbeda. Jika dahulu semangat melawan penjajahan, untuk saat ini adalah semangat untuk berkarya.



Sri Rejeki misalnya. Menurut ASN BDK Surabaya  tersebut semangat juang para pahlawan bisa diwujudkan dengan semangat berkarya dan  loyalitasnya pada  lembaga.  “Hari pahlawan menjadi tonggak bersejarah bagi kita. Kita patut memperingati hari tersebut dengan cara bekerja dengan semangat, lebih berdisiplin dan meningkatkan loyalitas kita pada lembaga.  Jika waktu itu semangatnya adalah semangat berjuang melawan penjajahan, saat ini adalah semangat mengisi kemerdekaan dengan berkarya dan menjadi yang terbaik,” uangkap Sri dengan penuh semangat.



Pernyataan yang serupa muncul dari Fenny Rahmawati. Bagi Fenny pahlawan sekarang dengan jaman dahulu memang berbeda. Ketika sudah merdeka, maka semangat kepahlawanan dapat diimplementasikan dalam bentuk keteladanan dalam bekerja, menjadi pelaksana kebijakan publik yang baik dan memberikan pelayanan terbaik  kepada customer. “Saat ini kita bekerja pada lembaga diklat, sehingga semangat kepahlawanan bisa diterapkan dalam wujud  memberikan pelayanan terbaik pada customer kita, menjadi yang terbaik, meningkatkan kinerja dan ikut menjaga kualitas kediklatan yang kita selenggarakan,” ujar Fenny.



Pandangan yang tak jauh beda, datang dari Hilda. Bagi Hilda,  semangat kepahlawanan para pejuang perlu diteladani. “Kita perlu meneladani semangat juang para pahlawan yaitu berkarya dengan semangat kepahlawanan,  selalu bersemangat bekerja, meningkatkan kinerja, memberikan pelayanan prima kepada  customer dan bekerja secara profesional,’ ujar Hilda.



Pendapat mengenai perlunya meniru semangat pahlawan juga disampaikan oleh Yusuf dan Lutfi. Bagi mereka berdua pahlawan menjadi tauladan bagi kita untuk mengisi kemerdekaan dengan terus berkarya dan bekerja dengan nilai lima budaya kerja Kemenag, yaitu integritas profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. (AF).