Berita


Redaktur Web
2018-07-23 13:57:08
HENI: SEBUAH ORGANISASI PERLU BUDAYA YANG BAIK

BDKSURABAYA: Setiap organisasi apakah berbentuk organisasi swasta ataupun pemerintah membutuhkan sebuah budaya yang baik. Budaya organisasi adalah seperangkat nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh anggota organisasi sebagai daya hidup untuk menopang organisasi dalam mencapai tujuannya. Tanpa budaya, sebuah organisasi kurang bisa mendorong anggotanya untuk berkinerja. Demikian penjelasan Heni Mardiningsih, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya (23/07/2018).


Dalam pandangan Heni, budaya organisasi (organization culture) atau dalam perusahaan disebut corporate culture mempunyai daya magnet bagi   anggotanya untuk berkinerja dan bersama-sama mencapai tujuan organisasi. Maka pemahaman anggota terhadap budaya yang ada sangatlah diperlukan. Adanya pemahaman tersebut selanjutnya akan mengarahkan pegawai dalam bersikap dan berperilaku di dalam organisasi.


Kesalahan yang seringkali terjadi dalam organisasi adalah kekurangpahaman anggotanya terhadap budaya yang ada sehingga mereka akan bersikap dan berperilaku sesuai dengan persepsinya terhadap budaya yang ada. Apalagi pemimpin dalam organisasi tersebut kurang peduli terhadap internalisasi budaya organisasi bagi para pegawainya. Maka yang terjadi menurut Heni adalah ketidakkompakan anggota untuk berkomitmen dalam menerapkan budaya yang ada.


Menurutnya, komitmen untuk menerapkan budaya organisasi perlu ditekankan oleh pemimpin. Ia harus mampu mengajak anggotanya untuk menerapkan nilai-nilai dalam budaya tersebut menjadi bentuk-bentuk sikap dan perilaku sehari-hari dalam lingkungan kerja. Seorang pemimpin bagi Heni adalah sebagai contoh bagi bawahanhya. Jika pemimpin telah memahami dan melaksanakan budaya yang ada, maka dapat diproyeksikan bahwa  bawahan akan segera mengikutinya.



Heni berpendapat bahwa pada dasarnya budaya yang berlaku di organisasi adalah budaya yang baik, karena tujuan dari pembentukan budaya tersebut adalah untuk mendorong organisasi dalam mencapai tujuannya. Budaya tersebut menjadi kurang baik ketika anggota yang ada menerapkan kebiasaan buruk yang justeru bertentangan dengan budaya organisasi, namun terdapat pembiaran secara terus-menerus dalam kurun waktu yang relatif lama, sehingga anggota menganggap bahwa hal tersebut menjadi panduan dalam bersikap dan berperilaku dalam organisasi. Jika sudah terjadi kondisi seperti itu,  maka perlu adanya pemimpin yang tegas dan mampu mengarahkan anggotanya untuk menerapkan budaya yang baik. “Sebuah organisasi perlu budaya yang baik,” ujar Heni mengakhiri penjelasannya. (AF).