Berita


PBSDP
2017-09-07 02:41:01
 PENYULUH PERLU PAHAMI AL QURAN DAN AL HADITS DENGAN BAIK

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Materi substansi agama dalam Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS termasuk materi inti yang sangat penting bagi penyuluh. Pada materi tersebut Khobibah, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya mengupas tentang pemahaman isi Al Quran dan Al Hadits, karena keduanya menjadi referensi pokok bagi penyuluh dalam menjalankan tugasnya. Tanpa pemahaman yang benar dari Al Quran dan Al Hadits, penyuluh bisa saja kurang benar dalam memberikan penyuluhan.


Menurut penjelasan Khabibah, yang mengajar diklat penyuluh di Kankemenag Kab Ngawi (07/09/2017) Al Quran dan Al Hadits menjadi rujukan wajib bagi seorang penyuluh.  Karenanya, diperlukan pemahaman yang utuh tentang kandungan isi Al Quran berikut asbabun nuzulnya atau sebaba-sebab diturunkannya ayat dalam Al Quran. Maka menurutnya, peserta perlu memahami Al Quran  dengan menyeluruh baik secara kontekstual maupun  tekstual. Demikian juga dalam memahami Al Hadits, yang merupakan perilaku Raasululah, S.A.W. semasa hidupnya, yang  menjadi pedoman bagi umat muslim dalam menjalani kehidupannya di dunia. Aturan-aturan kehidupan dalam penjelasan Khobibah, semuanya diatur dalam kedua rujukan pokok tersebut.  Kesalahan seorang penyuluh  dalam memahami Al Quran dan Al Hadits dalam pandangan Khobibah, akan sangat membahayakan umat karena mereka akan menerima informasi yang bisa jadi kurang benar.


Dengan metode diskusi dan ceramah, Khobibah menjelaskan materi substansi agama  dengan baik. Bahkan peserta merasa terkesan dan mendapatkan pemahaman  yang utuh dari materi yang disampaikan. (AF)