Berita


Redweb
2018-06-01 08:25:54
ASN DAN PESERTA DIKLAT DI BDK SURABAYA  IKUTI  UPACARA BENDERA

BDKSURABAYA -  Untuk memperingati hari lahirnya Pancasila, Aparatur Sipil Negara (ASN)  dan 210 peserta  diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya  mengikuti upacara bendera, bertempat di halaman depan kampus Balai Diklat Keagamaan Surabaya (01/06/2018).



Upacara bendera dengan  pembina upacara, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha tersebut berlangsung khidmat.  Seluruh peserta  mengikuti upacara yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut dengan tertib.



Dalam amanatnya, Toha mengajak kepada seluruh peserta agar menjadi ASN yang jujur. Dalam pandangannya, jujur menjadi salah satu pintu untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah S.W.T.  Ketika seorang ASN jujur dalam menjalankan tugasnya, maka rizki yang diperoleh juga akan mendatangkan keberkahan  dan kemuliaan. Pada akhirnya keberkahan dan kemuliaan tersebut akan terus mengalir kepada anak turunnya sehingga melahirkan generasi yang mulia.



Dalam momen memperingati  lahirnya Pancasila tersebut Toha  juga menjelaskan bahwa  sebelum tercetus Pancasila sebagai ideologi bangsa, Indonesia dipengaruhi oleh dua kekuatan ideologi besar  yang saling berlawanan yaitu sosialis dan kapitalis.  Ideologi sosialis bercirikan  tidak mengakui kepemilikan yang bersifat pribadi sedangkan  kapitalis sangat  menjamin kepemilikan yang bersifat pribadi. Benturan dua ideologi tersebut sempat mempengaruhi  kehidupan berbangsa hingga akhirnya mendorong lahirnya  ideologi  Pancasila yang dicetuskan oleh bapak proklamator, Soekarno, yang menjadi dasar negara hingga saat ini.



Pada akhir amanatnya, Toha mengajak kepada seluruh peserta upacara agar tetap mendukung ideologi Pancasila sebagai ideologi negara dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.



Usai upacara proses pembelajaran dilanjutkan sesuai dengan jadwal diklat yang telah disusun. Seluruh peserta diklat kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti materi dari pengajar.(AF).