Berita


PBSDP
2017-05-22 11:31:02
SEKRETARIS BADAN: PENDIDIKAN YANG PALING HAKIKI ADA DI MADRASAH

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Di hadapan peserta diklat yang berprofesi sebagai guru, Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Rahmat Mulyana Sapdi menguraikan tentang pendidikan di madrasah. Uraian tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pengarahan sekaligus menutup secara resmi Diklat bagi  Guru Mata Pelajaran (Mapel) BK MA, Guru Mapel Bahasa Indonesia MA,  Guru Mapel Ekonomi MA, Guru Mapel Kimia MA, Guru Mapel Akidah  Akhlak MA dan Guru Mapel PAI SMA/SMK di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (20/05/2017).





Dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa pendidikan di madrasah adalah pendidikan yang paling hakiki. “pendidikan yang paling hakiki ada di madrasah karena membuat anak yang belum cerdas menjadi cerdas, yang belum mandiri menjadi mandiri yang tidak sholeh menjadi sholeh,” jelasnya. Selanjutnya ia menyampaikan bahwa siswa di madrasah adalah mereka yang dapat dikategorikan tidak mampu, hal itu sangat berbeda dengan pendidikan di sekolah yang rata-rata siswanya memang sudah pintar. Maka mengajar di madrasah merupakan tantangan tersendiri.





Rahmat memberikan pandangannya bahwa sekolah dan madrasah bukan semata-mata istilah,  namun ada makna tersendiri, karena dalam perkembangan ilmu ada dua kecenderungan, ilmu berkembang dengan ketajaman hati. Ilmu yang dikaji melalui itu lebih irasional dan nakiyah, namun mengedepankan keagamaan. Ini merupakan kekayaan moral umat, khususnya umat Islam.





Di sisi lain ilmu dikembangkan melalui kemampuan intelektual yang melebihi kemampuan rasa/ hati seperti ilmu-ilmu umum, sains, ilmu ekonomi, psikologi dan ilmu umum lainnya. Semua ilmu tersebut menurut Rohmat berdasarkan logika,  dan bersifat empiris. Ilmu tersebut harus memenuhi unsur kebenaran, seperti harus terukur.





Madrasah mengajarkan dua ilmu tersebut, baik yang diporoleh melalui ketajaman hati maupun kemampuan intelektual. Maka menjadi guru di madrasah diharapkan mempunyai kemampuan yang lebih dibanding guru di sekolah.





Upacara penutupan yang dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, pejabat eselon IV, panitia dan peserta tersebut diakhiri dengan acara penyerahan hasil studi lapangan, pelepasan tanda peserta dan ditutup dengan doa. (AF).