Berita


Redaktur Web
2018-11-16 14:35:22
AHMAD JAELANI BERIKAN TIPS CARA BUAT  KTI POPULER

BDKSURABAYA -  Membuat karya tulis ilmiah (KTI) populer  sangatlah mudah asalkan kita memahami  teknik penulisan yang benar dan penggunaan pilihan kata yang tepat.  Di samping konten, yang tak kalah pentingnya dalam pembuatan karya ilmiah populer adalah pilihan kata yang digunakan.  Pilhan kata yang kurang tepat dan tidak ngepop akan menghilangkan ciri khas karya tulis ilmiah populer. Demikian penjelasan Ahmad Jaelani, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang mengajar Karya Tulis Ilmiah Populer pada diklat Publikasi Ilmiah. (16/11/2018)


Menurutnya, konten dalam karya ilmiah populer sangatlah penting, namun bahasa yang digunakan juga memiliki peranan vital. Dalam karya tulis ilmiah populer, bahasa yang digunakan perlu terasa akrab dengan telinga pembaca, tidak membosankan, segar dan antar paragraf harus saling terkait dengan peralihan kalimat yang terasa lembut sehingga pembaca tak terasa jika mereka telah beralih paragraf saat membaca. Jika antar peralihan pokok pikiran antar paragraf sedikit berbeda, maka penulis harus bisa menyambungkan antar paragraf dengan kalimat penghubung yang  menunjukkan keruntutan dalam menulis.


Tentang sistematika penulisan, dalam pandangan Jaelani,  karya ilmiah populer biasanya lebih fleksibel, bisa terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Namun penulis  bisa langsung menyampaikan  tulisannya dalam satu rangkaian, antara pendahuluan, isi dan penutup, jika tulisan tersebut  pendek dan ringkas.  Bahkan tidak perlu memberikan sub judul bahwa paragraf tersebut pendahuluan, isi, atau penutupnya.


Pembaca akan memahami bahawa yang ditulis seseorang adalah pendahuluan, isi dan penutup berdasarkan pada pokok pikiran yang ditulis dalam sebuah paragraf. (AF)