Berita


Redaktur Web
2018-10-16 13:37:13
SEKRETARIS INSPEKTORAT JENDERAL KEMENAG BERIKAN PEMBINAAN MENTAL KEPADA PESERTA DIKLATPIM IV

BDKSURABAYA -  Pesan yang sangat normatif dan bernuansa religi disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenag, Muhammad Tambrin kepada 35 orang peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XXIV di balai Diklat Keagamaan Surabya. Ia menguraaikan  bahwa sebuah akhlak penting bagi seseorang agar mereka dimudahkan urusannya adalah berbakti kepada kedua orangtua. Siapapun dia dan apapun jabatannya, berbakti kepad kedua orangtua adalah sebagai sebuah keharusan agar keberkahan senantiasa ada padanya.(16/10/2018).



Selanjutnya ia menguraikan tentang  tugas utama Inspektorat Jenderal. Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 42 tahun 2016 Pasal 700, menurutnya tugas  utama Inspektorat Jenderal adalah: melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Untuk merealisasikan tugas tersebut maka Inspektorat Jenderal menjabarkan dalam bentuk fungsi yang lebih spesifik yaitu,  menyusun kebijakan teknis pengawasan internal pada Kemenag, melakukan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya; melaksanakan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Agama; menyusun laporan hasil pengawasan pada Kemenag; pelaksana administrasi Inspektorat Jenderal dan melaksakan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Agama.



Di samping itu, Muhammad Tambrin  juga menyampaikan pentingnya budaya kerja dalam sebuah lembaga, karena budaya kerja  berisi nilai-nilai yang menjadi daya hidup lembaga untuk maju dan tetap eksis. Menurutnya Kemenag mempunyai 5 nilai budaya kerja yang perlu diterapkan oleh setiap ASN Kemenag, yaitu integritas, profesionalitas . inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.



Budaya kerja tersebut dalam pandangannya sejalan dengan gerakan nasional revolusi mental yang tertuang dalam  Inpres nomor 12 tahun 2016, yaitu: gerakan Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri dan Indonesia bersatu. Gerakan tersebut dilakukan dengan cara mengubah cara berpikir dan cara pandang ASN, merampingkan struktur organisasi sehingga tidak ada fungsi yang overlapping, menerapkan budaya disiplin, bertanggung jawab dan mengedepankan kebersamaan dan gotong royong.



Ia mengharapkan bahwa setiap ASN ikut berperan aktif dalam  melaksanakan reformasi birokrasi sehingga tercipta good governance dalam Kemenag. (AF).