Berita


PBSDP
2017-12-12 01:29:24
TOHA: SEORANG PEMIMPIN PERLU MEMPUNYAI SENI

BDKSURABAYA.kemenag.go.id –  Kepemimpinan adalah sebagai ilmu sekaligus sebagai seni.  Permasalahan yang dihaapi seorang pemimpin terkadang  justeru mampu diselesaikan dengan mengandalkan seni dalam memimpin.  Memimpin sebuah lembaga  dengan anggota yang begitu beragam akan menuntut seseorang  tidak hanya mengandalkan ilmu kepemimpinan namun juga  seni dalam memimpin. Demikian penjelasan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha ketika diwaawancarai tentang kepemimoinan (12/12/2017). “Seorang pemimpin perlu mempunyai seni,” ujarnya.


Seni dalam memimpin menurutnya perlu diterapkan karena adanya bawahan dengan karkater yang berbeda. Bawahan  bukanlah menjadi individu yang setara dan sebangun sehingga masing-masing akan menuntut perlakuan yang berbeda. Hal tersebut bukan berarti menerapkan standar yang berbeda untuk masing-masing individu dalam hal kebijakan yang diambil seorang pemimpin, namun lebih ke perlakuan  yang diterapkan dalam upaya mempengaruhi bawahan agar mereka berperilaku sesuai dengan aturan dan kebijakan lembaga.


Dalam praktiknya, seni tersebut, menurut Toha akan berujud cara-cara yang dimiliki pemimpin dalam berdiplomasi, berhubungan interpersonal dengan bawahan, etika dalam menyuruh bawahan, memberikan penghargaan kepada bawahan, memberikan dukungan atau sikap dan perilaku lain yang menjadi fungsi pemimpin. Pemimipn juga memahami bagaimana ia bersikap dalam situasi tertentu, kapan ia akan bersikap tegas, kapan bersikap lunak dan kapan harus sedikit otokrat dan pada saat apa harus bersikap sangat demokratis. Itulah seni dalam memimpin.


Di samping seni,  dalam pandangan Toha, seorang pemimpin haruslah memiliki karakter yang kuat. Karakter tersebut bersumber dari nilai-nilai agama, norma kesopanan, susila, hukum dan  nilai-nilai kemanusiaan yang telah diakui kebenarannya.  Dengan karakter tersebut, diharapkan akan tercipta sosok pemimpin yang beriman dan bertaqwa, berintegritas, profesional dan mengedepankan persatuan serta kesatuan bangsa. (AF).