Berita


Redaktur Web
2019-02-11 09:28:16

BDKSURABAYA – Diklat di Wilayah Kerja (DDWK)  berujud Diklat Teknis Substantif (DTS) Penyuluh Agama Non PNS dan DTS Penilaian Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya di 8 wilayah, meliputi Kab. Jember, Bojonegoro, Banyuwangi, Ngawi, Magetan, Lumajang, Kab dan Kota Madiun serta Kab. dan Kota Mojokerto. DTS Penyuluh Agama Non PNS dilaksanakan di Kab. Jember, Bojonegoro, Banyuwangi dan Ngawi, sedangkan DTS Penilaian Pembelajaran Bagi Guru MI diselenggarakan di Kab. Magetan, Lumajang, Kota dan Kab. Madiun serta Kota dan Kab. Mojokerto. (11/02/2019)


Kegiatan  yang berlangsung di kantor Kemenag kab. setempat tersebut rata-rata dibuka oleh kepala kantor Kemenag. Dalam sambutannya rata-rata kepala kantor kemenag sangat mengapresiasi kegiatan DDWK karena baik penyuluh maupun guru madrasah perlu meningkatkan kualitas keilmuannya agar mampu menjalankan tugas sesuai dengan profesinya masing-masing. Karenanya mereka berharap agar peserta mengikuti diklat tersebut dengan penuh kedisiplinan.


Seperti harapan Zaenal Arifin pada peserta Diklat Penyuluh Agama Non PNS di kantor Kemenag Kab. Ngawi. Kepala Kemenag yang menduduki jabatan setahun lalu tersebut  berharap agar peserta mengikuti diklat dari awal sampai dengan akhir mengingat diklat tersebut akan bermanfaat bagi pribadi maupun Lembaga. Apalagi peran penyuluh di masyarakat sangat strategis karena memberikan penyuluhan dan bimbingan masyarakat yang  belum memahami sepenuhnya ajaran agama.


Diklat yang diikuti oleh 35 peserta pada tiap angkatan tersebut  akan berlangsung selama 6 hari atau ditutup pada 16 Februari mendatang. Peserta akan mendapatakan materi dasar, inti dan penunjang dan mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan andragogi (AF).