Berita


Redweb
2018-02-27 01:19:15
PERLU  EVALUASI YANG VALID TERHADAP PESERTA DIKLAT

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Evaluasi adalah rangkaian tahapan dari setiap kegiatan, termasuk kegiatan diklat. Tahapan evaluasi tersebut berfungsi untuk melihat apakah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Selain itu, juga berfungsi untuk mengatasi masalah yang ada dan memperbaiki kekurangan  dari setiap kegiatan. Sedangkan evaluasi terhadap peserta dilakukan sebagai upaya untuk melihat apakah terdapat peningkatan kompetensi setelah peserta mengikuti diklat, sekaligus untuk mengetahui permaslaahan yang ada dalam proses pembelajaran.  Demikian uraian Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha dalam rapat yang membahas khusus evaluasi terhadap peserta diklat. (27/02/1018).





Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat, JFU  dan beberapa widyaiswara yang menyampaikan tentang format penilaian terhadap peserta diklat.  Pada penilaian dengan format yang baru, penilaian dilakukan oleh widyaiswara dan panitia. Widyaiswara akan menilai peserta dari sisi knowledge, sikll dan rencana tindak lanjut, sedangkan attitude (sikap ) peserta dinilai oleh panitia.





Terdapat 4 indikator yang dijadikan standar dalam penilaian sikap yang merujuk pada 4 nilai budaya kerja Kemenag, yaotu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Misalnya tentang penilaian integritas, maka integritas peserta dapat diukur dari apakah peserta datang dan pulang tepat waktu,  dan memakai seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk penilaian profesionalitas akan diukur dari apakah peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyelesaikan tugas sesuai dengan arahan widyaiswara. Inovasi peserta akan diukur dari apakah mereka mampu memberikan ide, terobosan dan pemikiran kreatif dalam sebuah diskusi demi kemajuan kemenag. Nilai tanggung  jawab peserta akan diukur dari apakah peserta mengumpulkan tugas tepat waktu dan apakah mereka memenuhi tugas dan kewajiban yang bersifat administratif. Sedangkan sikap keteladanan akan diukur dari apakah peserta berakhlak terpuji dan mampu membimbing dan memberikan arahan bagi peserta lain.





Di samping teknik penilaian, semua yang rapat setuju bahwa penilaian yang valid terhadap peserta sangat diperlukan dalam pelaksanaan diklat. Hal tersebut berfungsi untuk semakin meningkatkan mutu diklat dan menjadi salah satu tolok ukur dalam penjaminan mutu diklat.(AF).