Berita


Redaktur Web
2019-06-13 12:52:45

BDKSURABAYA -  Salah satu rangkaian yang tak terposahkan dari perencanaan diklat adalah analisis kebutuhan diklat (AKD). Kegaiatan tersebut   bertujuan untuk  menggali informasi dari pengguna diklat tentang jenis diklat yang menjadi kebutuhan mereka. Dari kegiatan tersebut diharapkan  jenis diklat yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya mampu mengatasi gap kompetensi pada Aparatur Sipil Negara antara yang seharusnya  dengan yang sebenarnya terjadi. Demikian pernyataan Kepala Balai Diklat Keagamaan, Muchammad Toha. (13/06/2019).



Toha menjelaskan bahwa terdapat 31 wilayah yang menjadi tempat penyelenggaraan analisis kebutuhan diklat . Kegiatan yang dijadwal pada tanggal 25 Juni, akan dilaksanakan di kantor Kemenag Kab. Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Lamongan dan Kota Surabaya. Tanggal 27 Juni, AKD akan diselenggarakan di kantor Kemenag Kab. Pacitan.  Berikutnya, tepat pada 27 Juni dilaksanakan AKD di  kantor Kemenag Kab. Bondowoso dan Blitar. Pada 28 Juni, kegiatan berlangsung di kantor Kemenag Kab. Malang, Mojokerto, Nganjuk, Probolinggo,  dan Tuban.



Untuk bulan Juli, kegiatan AKD dimulai  pada tanggal 2, diselenggarakan di kantor Kemenag Kab. Tulungagung, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Madiun, Magetan, Ngawi dan Ponorogo. Sedangkan pada 4 Juli, kegiatan dilaksanakan di kantor Kemenag Kab. Situbondo, Sumenep dan Trenggalek. Pada tahap terakhir kegiatan AKD diselenggarakan pada 5 Juli, bertempat di Kantor Kemenag Kota Malang, Kab. Pamekasan, Pasuruan dan kab. Sampang.



Pada setiap kegiatan AKD, Balai Diklat Keagamaan Surabaya akan menugaskan 3 orang  Aparatur Sipil Negara untuk satu tempat. Mereka dibekali dengan instrumen yang selanjutnya  akan diisi oleh  responden yang berada pada satu wilayah, yang terdiri dari penyuluh, penghulu, kepala madrasah, pengawas dan tenaga jabatan fungsional umum. (AF).