Berita


Redaktur Web
2019-03-18 13:06:00

BDKSURABAYA – Sebanyak 280 Apratur Sipil Negara (ASN) di wilayah kerja Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur mengikuti diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Diklat tersebut terdiri dari Diklat Kepemimpinan Tingkat IV (Diklatpim IV), Diklat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Diklat Proktor UNBK Madrasah Aliyah dan 5 angkatan Diklat Teknis Substantif Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS. Kegiatan dengan peserta 35 orang pada tiap angkatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemeneg RI, Moh. Ishom Yusqi (18/03/2019).


Ketika memberikan sambutan, ia menerangkan tentang kabar yang sempat memperburuk citra Kemenag akhir-akhir ini. Dalam pandangannya, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap pejabat Kemenag adalah masalah personal yang tidak ada kaitannya dengan lembaga. Kemenag mendukung tindakan KPK dan berharap agar ASN di kemenag tetap menjaga integritas.


Ia juga menepis isu yang muncul di masyarakat tentang pembubaran Kemenag karena menurutnya Kemenag  adalah sebagai soko guru dalam berbangsa dan bernegara sehingga tak mungkin dibubarkan. Demikian juga tentang isu penghilangan mata pelajaran agama di sekolah.  Keberadaan Kemenag menurutnya sangat penting karena sesuai dengan Pancasila sila pertama.


Prestasi Kemenag yang telah diraih selama 4 tahun dengan mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) baginya merupakan bukti nyata bahwa Kemenag menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas. Sekretaris Balitbang berharap agar peserta selalu menjadi yang terbaik dan meluruskan jika ada informasi yang tidak benar tentang Kemenag.


Di samping itu, ia menjelaskan tentang moderasi beragama. Dalam pandangannya, beragama adalah memeluk, menghayati dan mengamalkan. Ajaran Islam tidak mungkin bertentangan dengan harkat dan martabat kemanusiaan dan tidak mungkin bertentangan dengan nilai-nilai universal. Maka menurutnya, moderasi dalam mengamalkan agama adalah sebuah keharusan. Ia berharap agar peserta tidak terjebak dalam ekstrim  kiri atau ekstrim kanan.


Penjelasan Sekretaris Balitbang diklat tersebut hampir sama dengan pandangan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha ketika memberikan sambutan selamat datang. Menurut Toha, isu yang menerpa Kemenag akhir-akhir ini jangan sampai menurunkan semangat ASN untuk berkinerja. Baginya, tertangkapnya pejabat Kemenag, diibaratkan sebagai adanya santri yang nakal dalam sebuah pondok, sehingga ketika santrinya yang nakal, maka bukan pondoknya yang dibubarkan melainkan santrinya yang perlu dihukum. Pada akhir sambutannya, ia berpesan agar seluruh ASN Kemenag  tidak memperkeruh kondisi di Kemenag, namun harus menjaga lembaga menuju lembaga yang bebas dari korupsi. (AF).