Berita


PBSDP
2017-11-16 14:06:41
TOHA: JANGAN SELALU BERSIKAP TRANSAKSIONAL DALAM BEKERJA

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu tujuan bekerja adalah untuk mendapatkan penghasilan, namun selalu menghitung-hitung penghasilan ketika bekerja menandakan bahwa pegawai tersebut tidak kurang memiliki komitmen organisasional. Demikian penjelasan Toha, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya ketika diminta pandangannya (16/112017).



Menurut uraiannya, dengan bekerja, seorang pegawai akan mampu menafkahi keluarganya. Hal tersebut bukan berarti melegalkan seorang pegawai untuk selalu membandingkan tingkat pengorbanannya dengan perolehan pendapatan. Pegawai dengan tipe seperti itu biasanya akan mempunyai tingkat keihlasan yang rendah. Dalam praktiknya, meskipun tiap bulan seorang pegawai telah menerima gaji, namun jika sebuah pekerjaan tidak menghasilkan sesuatu yang bernilai uang atau harapan untuk mendapatkan uang, maka ia tidak akan termotivasi untuk bekerja. Apalagi ketika gajinya tak tersisa karena harus dipotong untuk menyicil hutang, maka akan berpengaruh terhadap menurunnya motivasi kerja.



Padahal, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam pandangan Toha adalah sebagai aparatur yang sarat dengan pelayanan masyarakat. Maka  sikap menghitung-hitung pekerjaan dengan nilai uang sangatlah tak relevan untuk posisi PNS. Baginya, PNS identik dengan sebuah tanggung jawab untuk bersama-sama membangun negara, sehingga  tugas dan tanggung jawab yang dibebankan padanya ada muatan komitmen dan loyalitas pada negara. Oleh karena itu Toha berpesan agar tidak bersikap transaksional dalam bekerja.  “Jangan selalu bersikap transaksional dalam bekerja,” urai Toha.



Dalam penjelasannya, sikap transaksional hanya  akan menganggap sebuah lembaga sebagai mesin uang sehingga pegawai akan memanfaatkan lembaga sebagai alat untuk memperoleh pendapatan sesuai dengan pengorbanan yang ia berikan. Bahkan jika bisa ia akan berkorban sekecil mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Jika hal itu terjadi, dalam pandangan Toha lembaga menjadi tidak sehat. Kemajuan tak akan diperoleh lembaga karena akan terbebabani dengan sikap dan perilaku para anggotanya. (AF).