Berita


Redaktur Web
2018-10-29 10:47:46
SEJUMLAH  140 ASN KEMENAG DI JAWA TIMUR IKUTI DIKLAT REVOLUSI MENTAL

BDKSURABAYA – Diklat  Revolusi mental yang diikuti oleh 140 Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali digelar Balai Diklat Keagamaan Surabaya di empat daerah, yaitu di Madiun, Bondowoso, Situbondo dan Tulungagung.  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kankemenag Kab. setempat, kecuali Tulungagung  yang dilaksanakan di IAIN (29/10/2018). Kegatan tersebut dibuka oleh Kepala Kankemenag pada daerah setempat, sedangkan di Tulungagung dibuka  oleh Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin.



Ketika membuka diklat dan memberikan sambutan pengarahan, baik Kepala Kankemenag maupun Rektor  menyampaikan pentingnya diklat Revolusi Mental bagi Aparatur Sipil Negara.  Mereka menyampaikan bahwa diklat tersebut diharapkan mampu mengingatkan kembali kepada ASN akan  budaya kerja yang bersumber  dari  nilai-nilai agama  dan nilai-nilai revolusi mental; sehingga ASN mampu menjalankan perannya sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa..



Sedangkan  Kepala Kankemenag Kab. Bondowoso, Solikul Kirom secara khusus  menyampaikan bahwa sebagai ASN Kemenag, peserta harus siap ditempatkan di mana-mana dan mampu menjalani perannya  di masyarakat. PNS Kemenag menurutnya  harus menyadari bahwa tugasnya adalah mengurusi masyarakat mulai dari lahir sampai dengan meninggal.  Menurutnya hal tersebut patut disyukuri, apalagi kesejahteraan  PNS saat  ini  mengalami peningkatan dibanding  kondisi 80 -an, di mana orang tidak tertarik  menjadi PNS karena gajinya yang minim.



Diklat Revolusi mental yang  diikuti oleh ASN baik yang berstatus PNS maupun  non PNS tersebut akan berakhir pada 2 November 2018. Usai pembukaan, peserta akan langsung mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan andragogi (AF).