Berita


Redaktur Web
2019-05-13 13:21:29

BDKSURABAYA- Sebanyak 210 guru madrasah sedang mengikuti diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Diklat tersebut terdiri dari Diklat Teknis Substantif (DTS) Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran bagi Guru MTs, DTS Tematik MI, DTS Guru Ekonomi MA, DTS Guru PKn MTs, DTS Guru IPA MTs dan DTS Publikasi Ilmiah bagi guru MI (13/05/2019). Keenam kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi  Jawa Timur,  Moch. Amin Mahfud.


Ketika membuka dan memberikan sambutan, ia menerangkan bahwa anak didik di madrasah adalah calon-calon pemimpin bangsa sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya.  Untuk itu, guru-guru di madrasah  juga perlu terus meningkatkan kompetensinya melalui diklat agar mampu mendidik anak didiknya dengan baik. Guru diharapkan mempunyai kualitas yang unggul  sehingga mampu menghantarkan anak didik menjadi generasi yang menjadi tumpuan dan harapan bangsa.


Menurutnya, tidak ada yang namanya nak-anak bodoh, yang ada adalah anak-anak yang kurang pendidikan dan pengajaran. Ketika mereka dididik dan diajar dengan baik, maka terbentuk anak-anak yang cerdas dan pintar.


Dalam pandangan Kepala Kanwil, sebuah kegiatan diklat akan mencapai tujuannya jika peserta bersedia menjalani segala proses yang ada. Maka ia berharap agar seluruh peserta menjalani proses pembelajaran dengan penuh kedisiplinan. Hal tersebut senada dengan  sambutan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya bahwa  ketika berada di BDK Surabaya, seluruh peserta sudah mendapatkan tugas  dari pimpinannya masing-masing sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikuti seluruh rangkaian diklat dengan tertib.


Pembukaan diklat yang dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, pejabat eselon IV BDK Surabaya, koordinator widyaiswara  dan panitia tersebut  diakhiri dengan do’a. Seluruh peserta tampak bersemangat meskipun diklat dilaksanakan pada bulan puasa. (AF).