Berita


PBSDP
2017-07-18 15:38:19
PENELITIAN TINDAKAN KEPENGAWASAN  PENTING BAGI PENGAWAS

BDKSURABAYA.kemenag.go.id –  Peneitian menjadi  kemampuan yang perlu dimiliki seorang pengawas.  Masalah riil  yang ada pada madrasah terkadang hanya bisa dipecahkan melalui penelitian, terutama penelitian tindakan (action research). Maka penelitian tindakan kepengawasan penting bagi pengawas. Meskipun menjadi  solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi madrasah, penelitian tindakan  tidak boleh mengganggu aktivitas belajar mengajar di madrasah dan dilaksanakan dengan selalu berpegang pada etika yang ada.  Demikian penjelasan Sholikin, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya ketika mengajar di kelas diklat calon pengawas (18/07/2017).



Menurut Sholikin, penelitian tindakan ditandai dengan adanya suatu tindakan terhadap  proses dalam kegiatan. Jika proses tersebut berlangsung di madrasah, maka tindakan tersebut  dilakukan dalam proses kegiatan di madrasah.  Tindakan tersebut adalah tindakan baru yang dipercaya akan mampu memperbaiki tindakan lama yang selama ini dikerjakan. Peneliti mengamati  proses tindakan baru tersebut, mendeskripsikan dan menctatat hasilnya.



Dalam penelitian tindakan kepengawasan, Sholikin menguraikan bahwa terdapat empat kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan,  pengamatan dan refleksi. Untuk melakukan kegiatan tersebut terlebih dahulu ditetapkan permasalahan riil yang sedang dihadapi pengawas dalam tugas kepengawasan, yang terkait dengan aktivitas membina, memotivasi, memonitor, menilai, memberikan umpan balik dan membuat tindak lanjut kepada guru dan kepala madrasah.



Dalam penjelasan Sholikin, pelaksanaan penelitian tindakan kepengawasan, dimulai dengan siklus yang pertama yang terdiri dari empat kegiatan. Jika  pada siklus tersebut telah diperoleh faktor penghambat, faktor keberhasilan dan tindakan yang perlu dilaksanakan, selanjutnya pengawas menentukan rancangan untuk siklus kedua. Siklus kedua tersebut bisa sama dengan siklus pertama namun ditujukan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Jumlah siklus yang dilalui peneliti/pengawas tergantung dari persepsi tingkat kepuasan peneliti terhadap hasilnya. Jika pengawas telah memperoleh kepuasan dan hasilnya dirasa cukup sukses, maka siklus bisa dihentikan.  



Seperti pada penelitian pada umumnya, bagian dalam laporan penelitian tindakan kepengawasan terdiri dari pendahuluan, kajian pustaka, hasil dan pembahasan serta simpulan dan saran-saran. (AF).