Berita


Redaktur Web
2019-03-23 10:00:08

BDKSURABAYA – Penyuluh mempunyai peran strategis dalam masyarakat karena fungsinya adalah sebagai penerang, pencerah dan mengarahkan masyarakat yang sebelumnya belum tahu menjadi tahu. Dalam memberikan penyuluhan,  seorang penyuluh harus mampu memberikan penyuluhan yang bisa menyejukkan masyarakat dan memperstukan bangsa. “ Penyuluh harus bisa mempersatukan bangsa,” demikian penegasan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha, ketika memberikan pengarahan dan menutup 5 angkatan Diklat Teknis Substantif Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS dan Diklat Pejabat Pembuat Komitmen. (23/03/2019).


Seorang penyuluh dalam pandangannya janganlah justeru  membuat masalah di masyarakat. Mereka perlu memahami kondisi masyarakat ketika memberikan penyuluhan agar praktik kepenyuluhannya tidak menimbulkan konflik atau protes dari masyarakat. Penyuluh juga berperan sebagai pencari solusi dari masalah yang dihadapi masyarakat. Maka seorang penyuluh menurut Toha ibaratnya sebagai air putih yang mampu menyejukkan, menyegarkan dan mengobati rasa haus di masyarakat.


Ia  menekankan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) haruslah mendukung dan menjaga Kemenag  dari rongrongan atau pihak-pihak yang mencoba  menghilangkan peran Kemenag. Karenanya, ASN perlu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, meningkatkan kinerjanya, profesional dan menjunjung intergitas sehingga tidak ada alasan bagi pihak-pihak tertentu  yang ingin membubarkan  Kemenag.


Penutupan yang berlangsung semarak tersebut diikuti oleh 210 peserta diklat dan dihadiri pejabat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya serta panitia penyelenggara. (AF).