Berita


Redaktur Web
2019-04-08 11:22:35

BDKSURABAYA – Peningkatan kualitas guru madrasah, terutama guru yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI), pada tahun ini menjadi perhatian dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya.  Karenanya, diselenggarakan Diklat Teknis Substantif (DTS) Penilaian Pembelajaran Bagi Guru MI yang bertempat di 6 wilayah kerja yaitu, di  Probolinggo, Blitar, Tuban, Ponorogo, Jombang, Bondowoso, Lamongan dan Sumenep. Selain itu, dibuka pula Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) Pelayanan Publik yang dilaksanakan di Lamongan dan Sumenep. Kedua jenis diklat tersebut bertempat di Kantor Kemenag setempat, kecuali di Tuban yang berlangsung di MTsN 1 Tuban (08/04/2019).


Kegiatan yang rata-rata dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag tersebut  diikuti oleh 35 peserta pada tiap wilayah sehingga sebanyak 210 guru MI di 6 wilayah mengikuti DTS Penilaian Pembelajaran dan 70 ASN  Kemenag yang berada di Lamongan dan sumenep mengikuti diklat Pelayanan Publik.


Beberapa penjelasan penting disampaikan oleh kepala Kantor Kemenag saat membuka diklat, diantaranya sambutan pengarahan dari Kepala Kantor Kemenag Kab. Tuban, Sahid. Ia menyampaikan bahwa diklat perlu diikuti dengan penuh tanggung jawab baik dalam proses ketika diklat maupun setelah diklat. Peserta diharapkan mengikutinya dengan tertib, sedangkan usai diklat mereka diminta untuk berbagi ilmu kepada rekan guru yang belum mengikuti diklat. Dengan cara seperti itu maka diprediksikan guru-guru madrasah di Tuban akan menjadi yang terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa.


Di samping itu, Sahid juga menjelaskan tentang jenis-jenis BOS (bantuan operasional sekolah) yang perlu dipahami oleh guru yang terdiri dari BOS afirmatif dan BOS kinerja. Kemajuan-kemajuan madrasah di Tuban dalam penggunaan teknologi informasi juga disampaikan, misalnya  dalam pelaksanaan ujian di madrasah. Dalam uraiannya, saat ini seluruh madrasah termasuk Madrasah Ibtidaiyah telah menggunakan smartphone  dan komputer dalam ujian melalui  jaringan LAN (local area network).(AF).