Berita


PBSDP
2017-12-14 12:47:27
BDK SURABAYA ADAKAN  EVALUASI PASCA DIKLAT KE STAKEHOLDERNYA DI JAWA TIMUR

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Evaluasi menjadi rangkaian yang tak terpisahkan dari Kegiatan Diklat. Evaluasi tersebut berfungsi sebagai pengendalian apakah diklat yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya ada manfaatnya bagi stakeholder, outcomenya mampu meningkatkan kinerja sehingga  memberikan impact positif bagi masyarakat. Di samping itu, evaluasi tersebut akan dijadikan dasar dalam analisis kebutuhan diklat dan penentuan kebijakan dalam pelaksanaan diklat.



Karenanya, mulai hari ini (14/12/2017) BDK Surabaya menyelenggarakan evaluasi pasca diklat untuk Diklat Kepemimpinan  Tingkat IV dan Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Pembentukan Jabtan (Calon Kepala Madrasah, Calo Pengawas, Calon Penyuluh dan Calon Penghulu) ke stakeholder yang berada di wilayah kerjanya di Jawa Timur. Pada tanggal 14 s.d. 15 Desember Tim evaluator dari BDK Surabaya diterjunkan ke Kankemenag Kab. Tuban, Tulungagung. Bojonegoro, Lamongan, Kediri, Malang dan Kota Kediri. Pada tanggal 18 s.d. 19 Desember tim akan berkunjung ke Kankemenag Kab. Nganjuk, Lumajang. Jombang, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo. Sedangkan tanggal 18 s.d. 20 Desember tim ditugaskan ke Kankemenag Kab dan Kota Blitar, Kab. dan Kota Madiun, Sumenep, Situbondo, Banyuwangi, Jember dan Bondowoso. Tanggal 20 s.d. 22 Desember tim ditugaskan ke Kankemenag Kab. Pacitan, Ponorogo,  Gresik, Sidoarjo dan Kota Surabaya. Untuk tanggal 21 s.d. 22 Desember tim ditugaskan ke Kab. Probolinggo, Pamekasan, Magetan, Pasuruan, Sampang, Bangkalan, Kota Batu dan Kota Malang. Tanggal 27 s.d. 28 Desember tim BDK Surabaya bertugas ke Kankemenag Kab Mojokerto dan Kota Mojokerto, sedangkan tim terakhir yaitu tanggal 27 sd. 29 Desember ditugaskan ke kankemenag Kab Ngawi dan Trenggalek.



Masing-masing tim terdiri dari tiga orang. Mereka  bertugas menggali informasi dari informan yang ada di Kankemenag melalui wawancara dan memberikan daftar pertanyaan. Sedangkan yang menjadi informan adalah atasan langsung dari alumni diklat. Data tersebut selanjutnya akan diolah sehingga memberikan informasi yang akurat untuk pengambilan  keputusan di bidang kediklatan (AF).