Berita


PBSDP
2017-05-26 15:00:55
DIKLAT PENYULUH AGAMA  NON PNS ANGKATAN KE-12 SD. 14 AKAN DIMULAI 5 JUNI

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Balai Diklat Keagamaan Surabaya  merencanakan akan membuka 3 kelas Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi  (DTSPK) Penyuluh Agama Non PNS pada 5 Juni mendatang. Sebanyak 105 peserta yang terdiri dari penyuluh Agama Islam dari 38 Kab. dan Kota se-Jawa Timur akan dilatih selama 7 hari. Mereka akan diasramakan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya.



Diklat yang  didanai oleh DIPA Balai Diklat Keagamaan Surabaya tersebut  direncanakan akan ditangani oleh panitia dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Ketika dikonfirmasi, semua panitia yang diberi tugas menyatakan kesiapannya  dalam kegiatan tersebut  dan berharap agar kegiatan tersebut sukses.  Pada tiap kelas akan ditangani oleh 4 orang panitia dengan posisi ketua, wakil ketua, sekretaris dan anggota dengan tugas dan fungsi masing-masing.



Fenny Rahmawati  yang bertugas sebagai wakil ketua panitia pada angkatan ke-12 menyatakan bahwa ia telah koordinasi dengan anggota timnya. “Saya telah koordinasi dengan anggota tim dan tiap orang sudah memahami tugasnya,” ujarnya.



Sedang Sri Rejeki yang akan menangani diklat di angkatan ke13 juga menyatakan hal serupa.
“Pekerjaan yang bisa saya kerjakan hari ini telah saya kerjakan agar  tanggal 5 Juni tidak kewalahan, apalagi sekarang kan diklatnya terus-menerus Pak,” terangnya.



Pernyataan kesiapan menjadi panitia diklat juga disampaikan Hilda,  yang bertugas sebagai anggota pada angkatan ke-12.  Ia menyatakan bahwa kualitas pelayanan perlu ditingkatkan agar kegiatan bisa berjalan sukses dan bermutu. “Saya telah siap menghadapi kegiatan di Balai Diklat dan berusaha  meningkatkan kinerja, apalagi di sini kita sebagai  pelayan masyarakat. Maka sudah selayaknya jika kita terus meningkatkan mutu pelayanan,” ujarnya.



Seperti pada diklat reguler lainnya, proses pembelajaran DTSPK Penyuluh Agama Non PNS tersebut akan dilaksanakan dengan  pendekatan andragogi, karena para peserta adalah orang yg sudah dewasa dan mempunyai pengetahuan sebelumnya. Maka  variasi dalam metode  pembelajaran seperti diskusi, penugasan, tanya jawab, role playing  dan ceramah akan digunakan.



Kegiatan tersebut direncanakan akan dibuka oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Syamsul Bahri dan dihadiri oleh pejabat, widyaiswara dan panitia dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya. (AF).