Berita


Redaktur Web
2019-03-04 11:20:45

BDKSURABAYA -  Balai Diklat Keagamaan Surabaya membuka kembali diklat di wilayah kerja (DDWK)  sejumlah 7 angkatan dengan jumlah peserta 245 peserta. Diklat tersebut berujud Diklat Teknis Substantif (DTS)  Penilaian Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 5 angkatan (175 peserta)  dan Diklat Teknis Substantif Penyuluh Agama Non PNS sebanyak 2 angkatan (70 peserta). Untuk DTS Penilaian Pembelajaran diselenggarakan di Kantor Kemenag Kab. Malang dan Kota Batu, Kota Surabaya, Kab. Malang, kab. Sampang dan Kab. Ngawi; sedangkan DTS Penyuluh Agama Non PNS dilaksanakan di Kemenag Kab. Ponorogo dan Bondowoso. (04/03/2018)


Kegiatan yang diikuti oleh 175 guru MI dan 70 penyuluh agama non PNS tersebut sebagaian besar dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag setempat.  Dalam sambutannya, rata-rata mereka menyampaikan bahwa guru madrasah perlu selalu meningkatkan kompetensi  dan secara kontinyu mengikuti perkembangan ilmu pengetahua dan teknologi. Hal tersebut dapat ditempuh  melalui diklat. Karenanya, kegiatan tersebut perlu diikuti dengan penuh motivasi.


Sedangkan pesan yang disampaikan Kepala kemenag kepada penyuluh adalah berkaitan dengan  fungsi strategis penyuluh di masyarakat. Di samping  memberikan penerangan  dan pencerahan kepada masyarakat, penyuluh diharapkan mampu menjadi  perekat persatuan dan kesatuan bangsa.


Seluruh peserta akan mengikuti proses pembelajran  di kantor Kemenag setempat dan mendapatkan materi dasar, inti dan penunjang sesuai dengan  jenis diklat yang diikuti.  Poses pembelajrannya menggunakan pendekatan andragogi dengan metode role playing, penugasan, diskusi, ceramah, tanya jawab dan metode lain yang relevan.


Diklat yang ditangani oleh panitia dari BDK Surabaya dan dibantu oleh panitia pada Kantor Kemenag tersebut akan diakhiri pada 9 Maret 2019. (AF).