Berita


Redaktur Web
2019-05-02 20:07:22

BDKSURABAYA – Rapat Koordinasi Kediklatan yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya di Hotel Santika, Gresik, dibuka oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat (Balitbangdiklat)  Kementerian Agama RI. Abdurrahman Mas’ud. (02/05/2019). Rapat  tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan para pemangku  kepentingan (stakeholder), menyosialisasikan perencanaan diklat tahun 2019, mengidentifikasi kebutuhan diklat tahun 2020 dan memecahkan permasalahan kediklatan serta mencari solusi atas permasalhan tersebut. 


Ketika memberikan sambutan, Kepala Balitbangdiklat menyampaikan bahwa pendidikan dan budaya memegang peran penting dalam membentuk perilaku  masyarakat, bahkan kemjuan sebuah negara. Perbedaan negara maju dan terbelakang , menurut Kepala Balitbangdiklat tidak tergantung dari umur negara tersebut dan sumberdaya alam yang dimiliki, melainkan tergantung dari pendidikan dan budaya yang dimilikinya. Ia mencontohkan bahwa negara Mesir dan India yang umurnya lebih dari 2000 tahun, namun mereka tetap terbelakang.


Negara-negara seperti Singapura, Kanada, Australia dan Selandia baru umurnya kurang dari 150 tahun, namun  saat ini negara tersebut tergo;ong negara maju dan penduduknya tidak lagi miskin.  Sedangkan Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat, tetapi sebagai pembuat coklat terbaik di dunia. Swiss juga terkenal sebagai pengolah susu terbaik, dan  reputasinya di bidang keamanan sehingga bank-bank di swiss diminati.


Dalam pandangan Kepala Balitbangdiklat, berdasarkan analisis perilaku masyarakat negara-negara maju, ternyata dalam kehidupan sehari-hari mereka mematuhi 9 prinsip  dasar kehidupan, yaitu beretika, berintegritas dan jujur, bertanggung jawab, hormat pada hukum dan aturan masyarakat, menghormati hak orang/warga lain, cinta pada pekerjaan, budaya menabung dan berinvestasi, bersedia bekerja keras dan selalu menepati waktu.


Pembukaan rapat koordinasi tersebut diikuti oleh 128 peserta yang berasal dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri se-Jawa Timur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, perwakilan Kepala Madrasah, Pengawas, Penghulu, Penyuluh Agama, dan ASN BDK Surabaya. Hadir pula Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Jatim, Kasubbag TU Kankemenag Kab. Gresik dan pejebat eselon IV BDK Surabaya.


Kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung selama 3 hari dengan agenda rapat komisi pada 3 Mei dan rapat pleno pada keesokan harinya. (AF).