Berita


Redaktur Web
2018-01-19 12:31:48
HENI: PEMIMPIN YANG ADAPTIF ADALAH CIRI DARI KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF

BDKSURABAYA – Aktivitas dalam sebuah organisasi apakah hal itu berbentuk organisasi bisnis, non profit, koperasi atau organisasi pemerintah akan senantiasa terkait dengan proses kepemimpinan.  Selalu ada keterlibatan seorang pemimpin di dalamnya.  Namun setiap organisasi membutuhkan pemimpin yang efektif. Salah satu ciri  bahwa seorang pemimpin adalah termasuk pemimpin yang efektif adalah apakah ia mampu menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang dialami organisasi.  Jika ia mampu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi maka ia dapat dikatakan sebagai pemimpin  yang adaptif. “ Pemimipin yang adaptif adalah ciri kepemimpinan yang efektif,” demikian penjelasan Heni, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya (19/01/2018).





Ia menuturkan bahwa  untuk menjadi pemimpin yang adaptif seseorang perlu senantiasa terbuka dengan ide-ide atau pandangan baru yang muncul dari para kolega dan bawahannya. Ia akan  beradaptasi dengan  kondisi baru dan peduli dengan  tuntutan adanya perubahan dalam organisasi.  Adanya tuntutan dari lingkungan, apakah hal itu dari lingkungan eksternal ataupun internal akan direspon positif oleh pemimpin yang adaptif.





Heni berpandangan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang adaptif, diperlukan ketegasan. Pemimpin yang tegas  akan mampu merespon  sebuah perubahan dengan  bentuk kebijakan. Ia tak akan ragu  dalam membuat kebijakan dan siap menerima saran atau bahkan protes dari bawahannya. Di sisi lain, ia perlu mempunyai kepedulian terhadap masalah yang ada sehingga akan mampu menangani dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi.





Menurut Henii, pemimpin yang adaptif adalah tipe pemimpin yang senang belajar. Ketika terjadi perubahan dalam lingkungan, ia akan cepat merespon hal tersebut dan mempelajarinya. Ia akan terus belajar bagaimana mengembangkan diri dan menjadi pemimpin yang efektif dalam organisasinya.





Perubahan dalam pandangan Heni identik dengan adanya hal-hal baru. Adanya perubahan akan menuntut pemimpin untuk bersifat analitis sehingga hal baru yang ia hadapi  tidak secara langsung ia tolak. “Pemimpin dengan resistensi yang tinggi terhadap hal baru adalah bukan tipe pemimpin adaptif,” jelas Heni mengakhiri uraiannya.(AF).